
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
MAKASSAR — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan meneguhkan komitmennya memperkuat pelayanan lalu lintas yang profesional, modern, humanis, dan berintegritas dalam momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Apel Bersama Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang digelar di Lapangan Apel Ditlantas Polda Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Senin (22/9/2026).
Apel dipimpin langsung Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol. Dr. Pria Budi, S.I.K., M.H. Turut hadir Wadirlantas Polda Sulsel AKBP. Erwin Syah, S.I.K., M.H, para Pejabat Utama Ditlantas Polda Sulsel, Kepala Bapenda Sulsel, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Kepala Kanwil Jasa Raharja Sulsel, para Kasat Lantas jajaran Polda Sulsel, hingga perwakilan komunitas pengguna jalan.
Kehadiran lintas instansi tersebut menegaskan bahwa keselamatan lalu lintas tidak semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian. Upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor jasa, kepolisian, komunitas, dan masyarakat.
Dalam amanatnya, Dirlantas membacakan pesan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Wibowo, S.I.K., M.Hum., dengan tema “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri.”
Tema tersebut menjadi pijakan untuk mendorong transformasi Polantas agar semakin dekat dengan masyarakat, bergerak lebih cepat, serta menghadirkan pelayanan yang memberikan dampak nyata.
Amanat Kakorlantas menekankan perlunya perubahan pola kerja Polantas, dari sekadar reaktif menjadi prediktif, dari berorientasi pada jumlah kegiatan menjadi berorientasi pada dampak, serta dari pendekatan konvensional menuju pelayanan modern yang memanfaatkan teknologi dan data.
“Keberhasilan tidak diukur dari banyaknya acara, tetapi dari seberapa besar masyarakat merasakan peningkatan keselamatan, kepatuhan, dan kualitas layanan,” demikian inti amanat Kakorlantas yang dibacakan Dirlantas.
Dalam momentum tersebut, turut diperkenalkan konsep Polantas KARIB, yang merupakan akronim dari Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas.
Konsep tersebut menempatkan Polantas sebagai mitra masyarakat yang tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Kemitraan itu mencakup pengemudi ojek daring, angkutan umum, sektor logistik, komunitas otomotif, hingga dunia pendidikan.
Transformasi pelayanan juga diarahkan melalui pemanfaatan teknologi. Digitalisasi layanan, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), serta modernisasi Registrasi dan Identifikasi (Regident) kendaraan bermotor menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan yang lebih efektif dan transparan.
“Teknologi adalah alat, manusia adalah tujuan,” menjadi salah satu pesan kunci dalam amanat tersebut.
Pesan itu menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus tetap ditempatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan, tanpa menghilangkan sentuhan humanis dalam setiap interaksi Polantas dengan masyarakat.
Dalam aspek penegakan hukum, Polantas juga diarahkan mengedepankan pendekatan yang humanis. Penindakan tidak lagi semata-mata diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi diarahkan pada upaya pencegahan, membangun kesadaran, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat demi terwujudnya keselamatan berlalu lintas.
“Tertib bukan karena takut ditilang, tetapi karena memahami bahwa keselamatan adalah tanggung jawab,” pesan Kakorlantas dalam amanat tersebut.
Dirlantas menegaskan, Polantas merupakan salah satu wajah negara yang paling dekat dengan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari di jalan raya. Setiap pelayanan yang diberikan menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik. Lebih dari itu, setiap nyawa yang berhasil diselamatkan merupakan wujud nyata pengabdian kepada negeri.
“Satu nyawa sangat berharga,” tegas Dirlantas saat membacakan amanat Kakorlantas.
Rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada satuan kerja (Satker) dan satuan wilayah (Satwil) jajaran Ditlantas Polda Sulsel yang dinilai berprestasi.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi dalam pelayanan masyarakat, penanganan kecelakaan lalu lintas, implementasi ETLE, serta peningkatan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Dirlantas Polda Sulsel turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polantas dan stakeholder yang selama ini berkontribusi dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Sulawesi Selatan.
Momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 diharapkan menjadi penguat semangat seluruh insan Polantas untuk terus menghadirkan pelayanan yang profesional, modern, humanis, dan berintegritas.
“Teruslah hadir di tengah masyarakat, bangun kemitraan, dan berikan pelayanan terbaik. Jadikan Polantas sosok yang profesional, modern, humanis, berintegritas, dan menjadi KARIB masyarakat,” pungkas Dirlantas.


