
PARIGI MOUTONG .Nycnews.id – Kebakaran melanda lahan perkebunan kelapa di Dusun VI, Desa Lambunu Utara, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 12.00 WITA.
Lahan yang terbakar merupakan perkebunan kelapa milik Subroto (63), warga Desa Anutapura, Kecamatan Bolano Lambunu. Kebakaran pertama kali diketahui Yahya (30), seorang petani yang melintas di sekitar lokasi.
Saat melihat api mulai membakar lahan dan merambat dengan cepat, Yahya segera menghentikan perjalanan dan menginformasikan kejadian tersebut kepada warga sekitar. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat penanganan dan mencegah api meluas ke area lainnya.
Sekitar pukul 12.15 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Lambunu Utara Bripka Suparman bersama Babinsa, Camat Bolano Lambunu Sodik Hamzah, S.Pd.I., M.Pd.I., Kepala Desa Lambunu Utara Zaipun Kuruba, aparat desa, serta masyarakat tiba di lokasi.
Petugas bersama warga langsung melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia. Sejumlah material di sekitar area terbakar juga dibersihkan untuk membuat batas agar kobaran api tidak semakin meluas.
Penanganan kemudian diperkuat sekitar pukul 14.28 WITA setelah 40 personel Yonif TP 918/MM bersama dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh personel Yonif TP 918/MM, Polsek Bolano Lambunu, Koramil 11/Moutong, pemerintah desa, serta masyarakat Desa Lambunu Utara.
Berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WITA. Petugas kemudian melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Luas lahan perkebunan kelapa yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar setengah hektare. Lokasi kebakaran berjarak kurang lebih 200 meter dari permukiman warga.
Dalam proses pemadaman, sebanyak empat personel Polsek Bolano Lambunu, 40 personel Yonif TP 918/MM dengan dukungan dua unit mobil Damkar, 20 warga Desa Lambunu Utara, serta satu personel Koramil 11/Moutong terlibat langsung di lapangan.
Kapolsek Bolano Lambunu IPTU Nyoman Jayus Mulyawan, S.K.M., mengatakan aparat kepolisian bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat bergerak cepat setelah menerima informasi kebakaran.
“Kami mengapresiasi respons cepat seluruh pihak yang bersama-sama melakukan pemadaman sehingga api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah permukiman maupun lahan lainnya. Namun, sumber api masih perlu didalami untuk memastikan penyebab kebakaran,” ujar IPTU Nyoman Jayus Mulyawan.
Ia menjelaskan, kondisi lahan yang dipenuhi rumput dan material kering membuat api berpotensi cepat menjalar, terutama ketika kondisi cuaca kering.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di kawasan perkebunan yang memiliki banyak material mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di kawasan perkebunan yang memiliki banyak material mudah terbakar,” tegasnya.
Polsek Bolano Lambunu bersama Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa akan terus meningkatkan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan kebakaran lahan.
Sementara itu, polisi melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, mendokumentasikan kejadian, serta melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api.
Penyelidikan tersebut dilakukan guna memastikan apakah kebakaran dipicu faktor alam, kelalaian, maupun aktivitas pembakaran yang dilakukan masyarakat.
Kapolsek menegaskan, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya unsur kesengajaan atau pelanggaran hukum, pihaknya akan menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin. Pencegahan adalah langkah utama untuk menghindari kebakaran yang lebih luas,” pungkasnya.



