
PALU.Nycnews.id — Program Berani Sejahtera melalui penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Sulawesi Tengah menunjukkan capaian positif. Hingga September 2026, program yang dilaksanakan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Sulawesi Tengah itu telah menangani 124 unit rumah, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) sebanyak 100 unit.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator konkret komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperkuat akses warga terhadap tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan sehat.
Kepala Dinas Perkimtan Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, menjelaskan bahwa penanganan 124 unit rumah tersebut menyerap anggaran sebesar Rp7,84 miliar.
Dari total capaian itu, sebanyak 85 unit rumah dibangun baru, sementara 39 unit lainnya mendapatkan rehabilitasi sesuai tingkat kebutuhan dan kondisi bangunan penerima manfaat.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan ekosistem kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Salah satu upaya yang dikembangkan dilakukan melalui aplikasi Mosibagi, yang membuka ruang partisipasi masyarakat untuk membantu melengkapi kebutuhan rumah penerima manfaat.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat menyumbangkan berbagai barang rumah tangga yang masih layak digunakan, seperti perabot rumah tangga, perlengkapan tidur, dan kebutuhan penunjang hunian lainnya.
Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan kolaboratif dalam pelaksanaan Program Berani Sejahtera, sehingga peningkatan kualitas kehidupan masyarakat tidak hanya bertumpu pada intervensi pemerintah, tetapi juga melibatkan kepedulian dan gotong royong masyarakat.
Dengan realisasi yang telah mencapai 124 unit, Program Berani Sejahtera Rutilahu Sulawesi Tengah tercatat telah melampaui target Renstra sebesar 24 unit atau sekitar 24 persen.
Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa program penanganan rumah tidak layak huni terus diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh hunian yang lebih layak.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perkimtan diharapkan terus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait agar penanganan rumah tidak layak huni dapat menjangkau lebih banyak keluarga penerima manfaat di Sulawesi Tengah.



